Footer

SEDIKIT MENGULIK KARYA TANGAN PENULIS

22.07 |


bukan sekedar pujangga

aku bukan pujangga cinta.
yang hanya mampu ungkapkan semua.
melalui rangkaian katakata.
tanpa mengerti makna nya cinta.

hasil karya yang terinsipasi dari senyumnya.
membuat semua ini terasa sempurna.
kata demi kata terangkai untuk dia.
dia dia hanya dia.

ku persembahkan semua cinta untukmu.
ku persembahkan sayang ini padamu.
karna kaulah yang slalu mengerti aku.
bukan dia dan mereka yang hanya mampu tertawa.

kan ku jaga semua ini.
hingga ku tak mampu tuk menguasainya.
kan ku jaga perasaan ku ini.
sebagaimana kau jaga perasaan mu itu.




bintang terindah ( Ibu)




andai bisa ku ingat.
tangan halusmu menyentuh ku.
senyum manismu yg slalu kau beri.
indahnya dulu ku bersamamu.

nasihatmu kini tak lagi q ikuti.
hanya ku anggap sebagai penghias hari ku.
namun disaat ingatan ku tertuju padamu.
airmata ku jatuh untukmu Ibu.

tak banyak kenangan yang pernah kita lakukan.
karna kau pergi disaat aku belum mengerti.
apa itu kasih sayang.
apa itu rasa cinta.

takkan pernah bisa q temukan penggantimu.
yang bisa memahami q layaknya engkau.
kau tetap menjadi bintang terindah dihati ku
dan ku minta datanglah dimimpi ku

biarkan aq mengingatmu sejenak didalam khayal ku
dibunga tidur ku kan q rasakan indah bersamamu.
dan disaat ku terbangun nanti.
biarkan airmata ini mengalir membentuk senyummu.



kenyataan perasaan


tertahan aku disini.
disatu posisi yang menyakiti.
perlahan hati ini pun terbalik.
menyadari cinta ini begitu nyata.

setelah kau pergi baru terasa.
alunan cinta dari hati ku untuk nya.
terangkai alunan kata2 indah.
yang terangkai karna senyumnya.

namun dia tak menyadari.
rasa ini tlah memenuhi hati.
dan mulai membutakan segala perbedaan.
untuk segera memilikinya.

tanpa rasa takut kehilangan ku pun berlari.
mencoba menjauhi rasa yang takkan ku miliki.
hingga nanti dia kan menyadari.
rasa ku nyata dengan segala realita cinta.





kita berkumpul disini.
untuk menyatukan semua cinta.
bukan untuk menyalahkan perbedaan.
bukan untuk saling merendahkan.


bukan istimewa jika pernah bertemu dengannya.
bukan berarti hebat jika kita mampu memeluknya.
kita disini sama saja.
satu yang berarti sekedar memuji nya.


kita LyLAku berkumpul dengan kedamaian.
menyuarakan betapa indah lagunya.
kita LyLAku bukan tempat ajang menghina.
melainkan tempat bersatunya persahabatan yang penuh kedamaian.




untuk apa aq setia

semula kesendirian ini.
hanya ku anggap biasa saja.
namun perlahan q menyadari.
untuk apa aku menunggu.

ketidak setiaan pada ku lahir sudah.
perlahan rasa ku memudar.
namun terkadang merindukannya.
perasaan yang labil untuk sang pujangga.

syair ini terangkai atas penantian ku slama ini.
yang tak tau kapan kan berujung.
berakhir dengan indah.
ataupun dengan airmata.

aku tlah terbiasa tanpamu.
tlah ku hapus airmata ini dengan tangan ku.
mencoba bangun dari semua ini.
dan mulai berpikir.
untuk apa aku setia disini.



tentang kita terbiasa bersama


mengapa disaat seperti ini.
ku merasakan semakin jauh darimu.
membentang bagai samudra.
yang pisahkan jarak kita berdua.

malam ini ku tau awal dari kisah kita.
setahun lalu menyatukan cinta.
takkala aku dan kau sama2 tersakiti cinta.
dan rasa itu yang menyatukan kita.

andai ku bisa memohon kepadanya sang dewa cinta.
ku ingin dia mempertemukan kita dalam mimpi.
menyatukan rasa rindu walau hanya sekejab.
dan hilang takkala terbangun.


namun biarpun begini.
hanya kau yang dihati ku
sayang ku tlah terbiasa denganmu.
dan takkan ku coba menduakan ini.




0 komentar:

Posting Komentar